Sabtu, 13 November 2010

AKU HIDUP SEPERTI APA

Malam ini menceritakan penatnya hidupku
Gelap telah mewarnai isi hatiku
Hitam yang sedikit tersebar di relung jiwa
Terkobarkan bendera kematian bagi kebahagiaan……..
Apakah kata ini memenangkannya
Yang mengalahkan kacau balaunya hidup ini
Ataukah aku hanya seperti duri
Yang memberikan luka bagi diriku sendiri
Mata ini merah karena menangis
Memberikan air mata disetiap cerita ini
Yang tampak hanyalah kesedihan di hari ini
Apakah aku bisa memberi pelangi untukku sendiri…….
Awan tak memberi jawab untukku
Walaupun aku ingin ada pelangi di hatiku
Seperti apakah aku saat ini
Apakah aku pantas seperti debu yang tak berwujud……..

Kesetiaan

kasih…….
dirimu begitu indah laksana sang bulan dan bintang yang menyinari bumi ketika gelap menyerang……….
kata-kata mu yang begitu halus dan hatimu yang begitu lembut membuat daku tak biasa tuk melupakanmu………..
kesetian mu akan diriku membuat daku tak bisa berpaling dari cintamu……
kasih daku berharap cinta ini akan selalu terjaga hingga akhir hayat……….

keraguan

ketika langkahku terhenti di pertigaan… sungguh tak kuasa ku melangkah pergi….darimu…darinya..
ketika hati di rundung galau yang sangat
benar….aku ragu harus memilih …dirimu….dirinya….

Untuk Pujaan Hati


Kau begitu indah dan mempesona..
senyum dan sorot matamu membuat ku terbang ke angkasa...
kau bagaikan bidadari
yang mampu menghapus smua kesedihan dan gundah yang aku rasakan...
ku ingin bisa menatapmu stiap saat...
ku ingin selalu ada didekatmu
tuk mencurahkan kasih sayang
yang ku persiapkan hanya untukmu...
hanya untukmu pujaan hatiku..

Kamis, 21 Oktober 2010

Pantun Jawa Lucu

Numpak sedhan nganggo blangkon
angkutan umum dadi becax
mbiyen premium saiki pertamax
wong luwe ora kongang ngadeg
Wis suwe ora mangan gudheg
wani mbanting oleh dedeg
ayo mancing golek dheleg
ngadeg jejeg nyungggi klapa
ora kaya ewuhe nyunggi duren
ora bisa ngadeg bukane apa-apa
ning merga lemes saking olehe keluwen

Tuku gabah ning Semarang
Gabah garing sekepelan
Ra Masalah wedhok lanang
Sing penting duwe bolongan
Nyolong waja tekan balongan
olehe ngedol adoh tekan SUMUT
Bolongan aja sembarang bolongan
bolongan kudu sing iso ngemut
Saka balongan nganti tekan sumut
mung saderma golek kuthuk
Bolongan apa tah sing isa ngemut
ya kuwi sing di arani tutuk
jare Durno, bojone jaran
dede kulo, anakke setan
Awan-awan mangan gethuk
bubar mangan kok ngantuk
saben dina sangu rantangan
isine rantang katon methuthuk
Aku pancen bubar mangan
ning ora mangan gethuk
Ono Teklek kejegur kalen…
Tinimbang nggolek mendingan balen…
Pit Abang
Pite mas Mantri
Nek ngesun Kembang
aku ya ngantri
Bude teko nggowo bolu…
Ngakune joko anake telu
mangan jadah, enteke telu
najan simbah, adhi kelasmu
Nang medan ana terminal Amplas
yen udan kebanjiran nggo susuh kodok
lha mosok ora nduwe ide babar blas
apa ide kuwi di monopoli kaum ortodoks
siji loro telu papat
lima enem pitu wolu
biji loro tetep hebat
angger kembang melu ngguyu
Siji loro telu
astane sedheku
mirengake simbah mu
menawa di dangu
mangan bakwan anget-anget
dipangan karo lombok abang
awan-awan kok adus kringet
luwih penak yen di dus i kembang
kembang mlati kembang kenongo
ojo ganti, mengko gelo
dondong opo salak
duku cilik cilik
ngandong opo mbecak
mlaku timik timik
Bekicot nempel katok
Nyocot thok
Ndelok Monas seko Tugu
Ben ra panas jejer aku
Wit Gedang Awoh Pakel
Omong Gampang Nglakoni Angel
wit Pakel kesrempet bis kota
najan angel tetep usaha
Jajah deso milangkori
Gadjahbengko cen ngangeni
Nyangking Ember Kiwo-Tengen
Lungguh Jejer Tombo Kangen
Esuk Nyuling Sore Nyuling, Sulinge Arek Surabaya
Esuk eling Sore eling, sing dieling ra rumangsa
Pithik walik mangan peyek
isih cilik betah melek (hi hi hi… ciblek)

Pantun cinta

Dari mana datangnya linta,,
dari tanah turun ke kali,,
dari mana datangnya cinta,,
dari mata terus ke hati,,

Ratapan dalam Duka

Tak akan lagi aku sanggup
Mengepak saya mengitari bumi
Menyibak kabut di pagi
Sungguh aku tak akan sanggup
Walau hanya memandang dunia
Sebab badan ini
Menanggung sakit tiada bertabib
Menanggung lara tiada pelipur
Dirangka sayapku yang patah
Melawan badai tadi siang
Sebab badan ini
Menanggung sakit tiada bertabib
Menanggung lara tiada pelipur
Dihati yang tersayat oleh rasa
Melawan benci diruang cinta
Sebab badan ini
Menanggung sakit tiada bertabib
Menanggung lara tiada pelipur
Dijantung yang tertusuk duri
Hingga aku tiada tersadar lagi
Bahwa aku telah mati
Kupersembahkan puisi ini kepada Dia yang mengajarai aku tentang cinta
Yang mengajari akau tentang kebencian
Yang mengajariku tentang arti hidup

Fajar Untukmu

Mendung hari ini begitu terasa genting
Aku menatap waktu yang terus berputar…
Tapi aku di butakan oleh sinar fajar mentari yang twerus kau pancarkan buatku…
Fajar… Aku disini tetap menantimu, , ,
Menantimu menyambut tanganku ini. .
Fajar… Aku memintamu meminangku nanti hingga aku menjadi kekasihmu yang sah secara agama..
Tapi aku ingin engkau menikahi agamaku dahulu sebelum menikahiku…

cinta yang tak pasti

mungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti
mungkin aku tak sengaja jg mnykiti
andai aku tau isi hatimu
andai kesempatan itu datang lagi padaku
sekarang mustahil bagiku
bahkan menyentuh bayangmu, aku tak mampu
sekarang aku terpuruk dalam jurang sesalku
dan cinta ni jadi sesak dalam dadaku
aku tau cinta ini sudah tak laku
tapi biarkan cinta ini aku miliki
biarkan cinta ni menjadi bebanku
aku tak peduli
meski menghambat jalanku
aku tau mencintaimu adalah tak pasti

Stratifikasi sosial Suku Jawa


Suku Jawa merupakan suku bangsa terbesar di Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Setidaknya 41,7% penduduk Indonesia merupakan etnis Jawa. [1] Selain di ketiga propinsi tersebut, suku Jawa banyak bermukim di Lampung, Banten, Jakarta, dan Sumatera Utara. Di Jawa Barat mereka banyak ditemukan di Kabupaten Indramayu dan Cirebon. Suku Jawa juga memiliki sub-suku, seperti Osing dan Tengger.

stratifikasi sosial masyarakat suku dayak

stratifikasi sosial masyarakat suku dayak

Hukum dan Stratifikasi Sosial; INTERAKSI MASYARAKAT PERBATASAN; SUKU DAYAK MA’ANYAN Hukum dan Stratifikasi Sosial; Setiap masyarakat terdapat sesuatu yang bernilai
kehidupan mereka kemudian mengenal stratifikasi sosial Ada sementara pendapat bahwa suku Dayak etaleditor Pelajaran Dari Masyarakat Dayak Gerakan Sosial dan

Stratifikasi Sosial Budaya Suku Sunda


Budaya Suku SundaKebudayaan suku Sunda merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa indonesia. Suku Sunda umumnya hidup bercocok tanam. Kebanyakan tidak suka merantau atau hidup berpisah dengan orang-orang sekerabatnya.
Orang Sunda terkenal dengan budaya seninya, yang memegang peranan penting dalam kehidupan budaya dan tradisi sunda. Mayoritas orang Sunda berprofesi sebagai petani, namun di perkotaan mereka banyak yang menjadi pegawai negeri sipil dan militer.Tetapi orang Sunda sangat menonjol dalam bidang bisnis dan industri.
Hal yang menarik dalam kepercayaan Sunda, adalah lakon pantun Lutung Kasarung. Salah satu tokoh budaya mereka, yang percaya adanya Allah yang Tunggal (Guriang Tunggal) yang menitiskan sebagian kecil diriNya ke dalam dunia untuk memelihara kehidupan manusia. Aspek kebahasaan ini memiliki pengaruh sosial yang kuat dalam budaya sunda dan membuat orang sunda biasanya sangat sadar akan status sosialnya di masyarakat.
www.smadav.com

Rabu, 20 Oktober 2010

sulitnya hidup

hidup ini sulit, kita harus mengisinya dengan kegitan yang positif. seperti menghargai hidup. hidupkan bukan sekedar untuk berfoya-foya, tapi harus mengisinya dengan perilaku yang baik. hidup di dunia ini hanya hanya sementara marilah kita mengisinya dengan hal-hal yang baik